Blangpidie ( Aceh Dalam Berita ) Sabtu 17-7-2021, Kata nya Pihak Yayasan Advokasi Rakyat Aceh akan mengungkap beberapa keanehan peristiwa kaburnya 9 narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan kelas II-b Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya.

“ Diminta seharus nya pihak Kemenkumham Hukum perlu membuka CCTV di Lapas Blangpidie itu, sebab, ada yang terasa janggal dan aneh terkait kaburnya 9 narapidana dari Lapas itu, ungkap Ketua YARA Abdya, Suhaimi “.

Ketua YARA Abdya mengatakan lebih kongkrit saat selesaii meninjau langsung ke Lapas kelas II-b Blangpidie di Kecamatan Setia, kabupaten Abdya pada hari sabtu 17-7-2021 pasca terjadi kaburnya 9 narapidana kasus narkoba dari lapas dihari Jumat sore tanggal 16-7-2021.

Disamping perlu membuka rekaman CCTV, pihak Kemenkum HAM Republik Indonesia perlu juga meminta dari pihak Kepolisian mengusut peristiwa kaburnya 9 narapidana dari Lapas kelas II-b Blangpidie tersebut, ujar Suhaimi.

” Karena, kronologis kaburnya napi kasus Narkoba tersebut melalui jendela aula Lapas sebagaimana disampaikan oleh kepala Lapas sangat tidak masuk akal, dan mustahil orang dewasa bisa lolos dari lobang berukuran sekitar 40 x 15 centimeter “.

Aneh sekali, menurut Suhaimi dan tidak masuk akal 9 narapidana bisa kabur lewat lobang jendela berukuran sekitar 40 x 15 centimeter tersebut. Dari ukuran nya saja jangankan orang dewasa anak pun payah melewati dua teralis besi yang dipatahkan.

“ Kalaupun lewat dari lobang kecil itu, tentu proses kaburnya pasti lama karena mereka ( napi ) harus memotong ( merusak ) lagi dua teralis besi jendela itu. Jadi, sangat mustahil, apalagi kejadiannya siang hari “.

Dalam dugaan sementara oleh Ketua YARA Abdya, 9 narapidana tersebut kabur melalui pintu utama depan lapas Blangpidie, sebab dari saat peristiwa terjadi pintu steril dan pintu penyekat yang dijaga petugas sipil juga tidak terkunci.

Anehnya lagi, kata Suhaimi ,setelah membuka pintu, napi hanya menikam satu orang petugas, tidak kedua-duanya. Ini janggal, pihak Kemenkum HAM perlu buka CCTV dan meminta Kepolisian mengusutnya.

Bukan itu saja, kata Suhaimi, saat dirinya ingin melihat lebih dekat jendela dibobol sembilan narapidana itu, pihak Lapas Blangpidie keberatan dengan alasan sudah diberi tanggapan oleh Kakanwil, Kemenkum HAM Aceh.

Harusnya semua pihak boleh melihatnya, sehingga menjadi bahan evaluasi ke depan. Jadi, untuk menghindari timbulnya fitnah, maka buka saja rekaman CCTV supaya persoalan ini terang-benderang, pinta Suhaimi ketua YARA kabupaten Aceh barat daya . ( Abdul )

Avatar

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *