Nagan Raya ( Aceh Dalam Berita ) Rabu 21-7-2021, Dalam masa pandemi covid-19, rencana pengadaan mobil dinas baru jabatan bupati seharga Rp 1,7 miliyar menjadi sorotan publik.

Seperti dilansir situs resmi LPSE ( Layanan Pengadaan Secara Elektronik ) Nagan Raya, tertera dibranda adanya pengadaan mobil baru yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2021.

Dari media berusaha mencari keseimbangan informasi dengan memintai konfirmasi langsung Sekretaris Daerah Nagan Raya, Ir. H Ardimartha di Suka Makmue.

Dalam hal informasi tersebut, Sekda membenarkan adanya pengadaan mobil dinas bupati seharga Rp 1,7 miliyar.

“ Terkait pengadaan mobil dinas bupati memang ada, itu juga kita bahas pada tahun anggaran 2021, serta ikut dibahas dengan dewan “.

Perihal mengenai pengadaan mobil dinas bupati, Ir H Adimartha mengaku sudah lama sekali tidak ada pengadaan mobil jabatan baru, terakhir tahun 2010 lalu.

Kondisi mobil bupati saat ini, dalam kondisi rusak parah. Denga kondisi aktivitas bupati yang sangat padat Mobil dinas bupati sempat mogok di jalan. Kan sudah wajar kita ganti, jelas Sekda Nagan Raya ini.

Mobil dinas Bupati ada beberap kali terjadi mogok, Pertama mogok saat kunjungan ke Takengon, kunker ke Darul Makmur, dan terakhir waktu kunjungan gubernur melihat kebakaran hutan beberapa pekan lalu di Nagan Raya. bayangkan ,masak mobil dinas Bupati mogok ditengah jalan, kata Ir H Ardimartha.

Oleh karena nya menurut Ir H Ardimartha, sudah sewajarnya dilakukan pengadaan mobil dinas baru. Mengingat mobilitas kegiatan Bupati yang sangat padat.

Sekda Nagan Raya ini kembali menegaskan terkait pengadaan mobil dinas tersebut sudah pernah dibahas bersama DPRK Nagan Raya dan pihak badan anggaran.

” Semua ini sudah Pernah dibahas bersama anggota Banggar DPRK Nagan Raya, yaitu pembahasan anggaran tahun 2021 “.

Namun, Ir H Ardimartha mengaku tidak ingat lagi terkait anggota Banggar yang hadir dalam rapat tersebut. Diperkirakan hadir seluruh pimpinan dan Anggota Banggar termasuk Sekwan, dan anggaran tersebut diposkan ke BPKD, tidak di Sekdakab.

Sekda Nagan Raya menerangkan, pada pembahasan Di Banggar DPRK tidak ada kendala baik dari pihak eksekutif maupun legislatif. dan pernah sempat juga ada usul untuk pengadaan mobil bagi asisten.

Dikarena kan kondisi yang sangat memprihatinkan, apa lagi awal kehadiran Virus Corona, akhirnya membatalkan pembelian mobil tersebut, tutur Ir H Ardimartha.

“ Hanya mobil dinas bupati yang masuk dalam proses pengadaan, karena kondisi mendesak “.

Ditengah Pandemi Covid-19 dan devisit anggaran, Sekda ini mengakui pesan Bupati agar berhemat, namun dengan berbagai pertimbangan, keadaan mobil dinas Bupati memang sangat memperhatikan dengan kondisi sering rusak dan sudah beberapa kali mogok ditengah jalan.

Ir H Ardimart meminta untuk memberikan fakta yang cukup dan bisa tanyakan lansung ke pihak terkait agar tidak berkembang isu liar terkait hal ini di kalangan masyarakat.

Sejauh ini pihak Sekda Nagan Raya sangat terbuka kepada siapapun, ditengah krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 harus berhemat, namun untuk pengadaan mobil baru menurut hemat kami sudah sangat layak karena sudah 10 tahun tidak ada pengadaan mobil dinas baru untuk bupati.

Avatar

By Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *